Rabu, 27 September 2023

DESAIN PEMBELAJARAN DISRUPSI INOVASI MELALUI IoT

 Assalamualaikum wr.wb


Hallo teman teman semua✌🏻

Saya Sonia Angellina Saputri kembali untuk meriview pembelajaran tentang Desain Model Pembelajaran Disrupsi Inovasi melalui IoT.

Simak sampai habis yaa..

Nah sebelumnya apasih yang dimaksud disrupsi itu?

Jadi  disrupsi adalah perubahan yang terjadi pada sektor pendidikan saat pandemi sangatlah menonjol dan hingga saat ini masih terus melakukan perubahan masif dari segi sistem dan tatanan pendidikan agar pendidikan di Indonesia terus maju. Perubahan yang sangat besar ini disebut dengan era disrupsi pendidikan, masa di mana perubahan-perubahan yang terjadi disebabkan karena adanya inovasi yang begitu hebat sehingga mengubah sistem dan tatanan kehidupan masyarakat secara luas.


Selanjutnya, mari kita lihat contoh-contoh dari model pembelajaran ini🤩

1. Disrupsi Teknologi Digital di Bidang Kesehatan

        Dahulu, masyarakat perlu mendaftar secara manual dan mengantri cukup lama di klinik untuk berkonsultasi dengan dokter. Akan tetapi berkat hadirnya teknologi, sekarang orang dapat dengan mudah membuat janji dengan dokter. Sudah banyak aplikasi konsultasi virtual bersama dokter yang dapat digunakan untuk langsung membuat janji temu dalam satu kali klik. Selain itu, Anda juga dapat berkonsultasi secara online dan mendapatkan resep obat dengan mudah sesuai anjuran, lalu resep tersebut bisa juga ditebus tanpa perlu datang ke apotek.

2. Disrupsi Teknologi Digital di Bidang Keuangan (Finance)

        Dalam artikel Kami mengenai disrupsi inovasi dari fintech, telah dijelaskan bagaimana sepak terjang teknologi dalam mempengaruhi industri keuangan. Profesi seperti teller bank disebut-sebut akan hilang di masa depan karena bisa digantikan oleh teknologi. Sekarang kita bisa membuka akun rekening baru di mana saja tanpa melihat alamat domisili. Proses verifikasi dilakukan melalui video call dan rekening yang didapatkan pun tidak jauh berbeda dengan rekening biasa. 

Fitur setor dan tarik tunai bisa dilakukan seperti biasa melalui mesin ATM atau di Authorized Merchant yang ditunjuk oleh bank. Selain itu, pengajuan kredit juga sudah bisa dilakukan secara online, sehingga jangkauan penyaluran kredit ke masyarakat akan jauh lebih luas.

3. Disrupsi Teknologi Digital pada Layanan Pelanggan (Customer Service)

        Sebelum hadirnya chatbot, proses layanan pelanggan bisa dibilang cukup merepotkan. Anda perlu menghubungi kode nomor operator, kemudian melakukan penerusan panggilan ke tim terkait. Proses ini selain rumit, juga cukup memakan waktu dan biaya.

Sejak munculnya teknologi chatbot, baik pelanggan maupun perusahaan bisa saling berkomunikasi dengan lebih efektif. Beberapa pertanyaan bisa dijawab secara otomatis oleh bot, dan tim Costumer service hanya perlu menangani pertanyaan yang memang tidak bisa diselesaikan dengan mudah.

Pelanggan juga bisa bertanya 24 jam, sebab bot tidak perlu beristirahat dan tetap bisa menjawab dengan kecepatan dan ketepatan yang sama. 

4. Disrupsi Teknologi Digital di Bidang Pendidikan

        Di masa lampau, pendidikan (terutama profesi) tentu tidak bisa diakses oleh semua orang dengan mudah. Anda perlu mendaftar ke lembaga pendidikan yang terpercaya, lalu mengikuti serangkaian kursus yang panjang. Namun, belum tentu semua pembelajaran itu bisa Anda terapkan langsung di lapangan.Dengan bantuan teknologi, masalah tersebut bisa teratasi. Sekarang sudah tersedia berbagai aplikasi pelatihan online, yang bahkan digunakan juga oleh pemerintah Indonesia dalam pemerataan pendidikan.

5. Disrupsi Teknologi Digital di Bidang Retail

Sejak kemunculan toko online dan platform e-commerce, industri ritel diketahui harus merumuskan ulang strategi mereka agar tetap bisa bertahan dan mendapatkan pelanggan mereka kembali. Seperti yang sudah diketahui bahwa belanja online saat ini menawarkan pengalaman yang jauh lebih praktis dibandingkan dengan mengunjungi toko secara langsung. Anda juga bisa mendapatkan review produk dan toko secara real time, yang tidak bisa Anda dapatkan jika Anda hanya mengunjungi toko fisik.


Jadi? Udah paham belum dengan penjelasan diatas?

Kita lanjut yaa..

Saat ini, Siap atau tidak siap, digitalis memang telah mengubah banyak budaya dan bertransformasi ke dunia digital.  Meskipun tidak mematikan hal mendasar sebelumnya, namun perubahan tersebut seperti menjadi peralihan dan alternatif baru yang sesuai dengan perkembangannya.

Beberapa dampak disrupsi teknologi yang positif dalam bisnis, mungkin bisa menjadi peluang brilian bagi perusahaan. Contoh perubahan culture akibat kemajuan teknologi sudah diterapkan dalam berbagai sektor bisnis besar, seperti:

1. Keberadaan aplikasi nonton streaming yang bisa diakses secara online via smartphone atau PC (YouTube, Netflix, Iflix, Disney+ Hotstar, Vidio, dan lain-lain) membawa perubahan budaya nonton TV secara manual

2. Layanan transportasi online (Gojek, Grab, Maxim, inDriver, dan sebagainya) memberikan kemudahan mobilitas masyarakat luas, cukup dengan melakukan pemesanan via HP

3. Adanya marketplace (Tokopedia, Shopee, Lazada, dan lain-lain) menjadi ruang baru bagi para pebisnis, baik B2C (Business to Customer) atau C2C (Customer to Customer)

4. M-banking sebagai layanan perbankan online (Jenius by BTPN, Livin’ by Mandiri, blu by BCA, hingga BRImo by BRI)

5. Kehadiran dompet digital atau e-wallet sebagai kebiasaan baru dan kemudahan berbelanja secara cashless (Flip, Dana, hingga OVO)

Disrupsi dipandang sebagai transformasi besar-besaran yang mampu mengubah kebiasaan, cara-cara terdahulu, hingga gaya hidup. 

Dengan demikian, apasih faktor yang menjadi penyebabnya? 

Yang pertama 

1. Tren Teknologi Digital

Contoh disrupsi digital dan teknologi yang dapat dengan mudah kita temukan dan sekaligus membawa kita menuju era baru:

a. Perubahan tren moda transportasi menjadi online

b. Perubahan tren cara pembayaran menjadi digital

c. Terdapatnya fitur tarik tunai di segala tempat

d. Transaksi jual beli yang bisa terjadi di mana saja tanpa batasan ruang

2. Masifnya Pengunaan Internet

Setelah kemunculan teknologi internet, cikal-bakal segala kemudahan dimulai dari sini. Hingga di era saat ini, perkembangan tersebut dikenal dengan revolusi 4.0.

Bahkan bukan hanya manusianya saja yang terhubung, kini berbagai ekosistem pun saling terkoneksi. Contohnya kemunculan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI), hingga penggunaan Internet of Things (IoT).

3. Perubahan Perilaku Masyarakat

Perubahan tidak akan dengan mudah diterapkan jika kebiasaan masyarakatnya tidak berubah.

Kemunculan teknologi pada dasarnya memang untuk memudahkan aktivitas manusia. Dari keunggulannya ini, akhirnya ada kebiasaan atau tatanan yang berubah.

Dampak Era Disrupsi dalam dunia bisnis dan industri ini menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi, hal ini bisa menggairahkan dan menciptakan peluang baru, namun di sisi lain bisa juga menjadi ancaman yang mengubah alur kompetisi yang sudah ada.

Sebenarnya, banyak dampak yang timbul karena adanya disrupsi digital dan teknologi ini, baik dari sisi kehidupan bermasyarakat ataupun dalam dunia industri. Beberapa di antaranya adalah:

1. Disrupsi digital teknologi membawa berbagai kemudahan

2. Persaingan bisnis menjadi semakin ketat dan nyata untuk dihadapi

3. Dunia diharuskan cepat beradaptasi terhadap berbagai perubahan yang muncul

4. Disrupsi mengharuskan perusahaan untuk menyesuaikan model bisnis yang sebelumnya konvensional menuju modern

5. Bisnis dan perusahaan juga diharuskan untuk selalu mengembangkan produknya (Product Development) sesuai respon pasar.

Itulah penjelasan hasil review pembelajaran saya, komentar, kritik, saran dan masukan dari teman teman sangat saya harapkan dalam penyampaian ini. Semoga kedepan lebih baik lagii🤝

Terima kasih😊

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Implementasi Model Pembelajaran Sains Berbasis Disrupsi Inovasi dan Kelemahan Model Kooperatif, Kolaboratif, Quantum Learning

Bismillahirrahmanirrahiim Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarakatuh Salam pendidikan, Berbicara tetang pendidikan, maka tidak bisa lep...