Hallo leader!
Saya Sonia Angellina Saputri Mahasiswi Universitas Jambi Program Studi Magister Ilmu Pengetahuan Alam akan mereview informasi mengenai Pembelajaran Model dan Evaluasi Sains di Minggu Pertama.
Dosen Pengampu Dr. Drs. Syamsurizal,M.Si
Saat ini ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan tersebut mempengaruhi semua aspek kehidupan manusia, baik itu cara hidup, cara pandang atau pendekatan terhadap permasalahan, termasuk juga ide dan cita-cita.
Kemajuan ilmu pendidikan dan teknologi pada saat ini tidak terlepas dari peran pendidikan, dan pendidikan merupakan bagian hakiki dari kehidupan masyarakat. Dalam kehidupan suatu negara, pendidikan memegang peranan yang sangat penting untuk menjamin kelangsungan hidup negara dan bangsa, karena pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia.
Pendidikan merupakan usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik dalam menghadapi dan mengantisipasi kehidupan masyarakat di masa depan. Pendidikan juga berfungsi menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarat yang memiliki kemampuan mengadakan hubungan timbal balik dengan linkungan sosial, budaya dan, alam sekitar serta dapat mengembangkan kemampuan lebih lanjut dalam dunia kerja atau pendidikan tinggi.
Secara umum, tujuan pendidikan adalah memberikan pengalaman belajar meliputi domain kognitif, afektif, dan psikomotor secara bermakna, yang berfungsi menyiapkan siswa menjalani kehidupan dalam era global yang sangat kompleks ini. Untuk itu, pendidikan yang relevan harus berstandar pada empat pilar pendidikan, yaitu 1) learning to know, yakni siswa mempelajari pengetahuan, 2) learning to do, yakni siswa menggunakan pengetahuannya untuk mengembangkan keterampilan, 3) learning to be, yakni siswa belajar menggunakan pengetahuan dan keterampilannya untuk hidup, dan 4) learning to live together, yakni siswa belajar untuk menyadari adanya saling ketergantungan. Pendidikan saat ini harus mampu membekali setiap pebelajar dengan pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai dan sikap, di mana proses belajar bukan semata-mata mencerminkan pengetahuan tetapi mencerminkan keempat pilar di atas.
Guru mempunyai peranan yang sangat menentukan karena guru memegang kendali utama untuk keberhasilan tercapainya tujuan. Oleh sebab itu, guru harus memiliki keterampilan mengajar, mengelola tahapan pembelajaran, memanfaatkan metode, menggunakan media dan mengalokasikan waktu. Pada kenyataannya sebagian besar sekolah masih menggunakan metode ceramah yaitu proses pembelajaran di sekolah yang berlangsung hanya berorientasi pada memorisasi bahan-bahan pelajaran dan interaksi belajar mengajar yang berjalan secara searah. Fungsi dan peranan guru menjadi sangat dominan. Di lain pihak siswa hanya menyimak dan mendengarkan informasi atau pengetahuan yang diberikan guru. Ini menjadikan kondisi yang tidak proporsional. Guru sangat aktif, tetapi sebaliknya siswa menjadi pasif dan tidak kreatif. Selama ini siswa hanya diperlakukan sebagai objek sehingga siswa kurang dapat mengembangkan potensinya.
Demikian yang dapat saya sampaikan, Terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar